Melatih Kesabaran Melalui Media Sosial Yang Diblock Pemerintah
Saat tulisan ini ditulis yaitu tanggal 24 Mei 2019, ada sebuah kejadian yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh para manusia di muka bumi Indonesia.
Kejadian itu adalah diblokirnya akses seluruh media sosial oleh pemerintah.
"Kok jahat banget pemerintah memblokir akses sosial media?"
Entahlah. Tapi kita juga harus belajar juga mengapa pemerintah melakukan pemblokiran akses ini.
Jadi gini. Sejak tanggal 22 Mei 2019 terjadi kerusuhan di Jakarta yang katanya dikarenakan ada Capres yang tidak mau mengakui hasil pemilu dan mereka punya agenda people power (Agenda people power sudah didengungkan oleh tim mereka jauh sebelum tanggal 22 Mei 2019).
Kerusuhan itu dibumbui dengan berbagai macam hoax yang beredar di sosial media baik whatsapp, fb maupun instagram (Telegram enggak. Aneh sih).
Nah kata pemerintah, untuk mencegah hoax meluas maka akses sosial media dihentikan dan dibuat sangat-sangat slow sekali (Kita enggak bisa download gambar di WA). Dan ternyata pemblokiran akses ini sampai tanggal 24 Mei 2019 jam 6 pagi masih berlangsung.
Apa efek pemblokiran ini? Banyak banget
1. Pedagang online agak suram
Ya lah. Bentar lagi lebaran. Bagi yang jualan online lewat sosial media sangat kelimpungan
2. Hoax tidak menyebar
Ini yang mungkin diharapkan oleh pemerintah
Gw sebenarnya setuju saja dengan pemblokiran akses media sosial ini. Gw kena dampak? Sangat juga, apalagi gw juga pedagang online.
Cuma gw ngerasa manfaat dari hoax yang tidak meluas itu lebih utama dibanding jualan gw karena hoax ini menyerangnya lebih mengerikan. (Kalo gw bisa tetap jualan di platform kaya Tokped atau Bukalapak)
Sebenarnya hoax ini sudah beredar jauh-jauh sekali sebelum tanggal 22 Mei 2019.
Ada salah satu grup alumni pondok yang gw ikuti. Dan tiap hari ada 1 anggota grup yang share artikel tidak mutu, hoax dan framing yang sangat-sangat buruk.
Dan lebih menyakitkannya lagi gw sudah bilang ke admin untuk menyetop agar anggota grup tidak memforward berita hoax. Tapi hasilnya malah gw yang dituduh macem-macem....Hmmmmmmm
Dan efek yang paling ngeri adalah gw sebenarnya menunggu berita "itu", tapi gara-gara akses WA susah jadi infonya agak pending-pending..Hmmmm
Semoga negara menjadi aman dan akses sosial media dibuka dan kita bisa menggunakan sosial media dengan lebih bijak. Amin
Kos
24/05/2019
06:09

Komentar
Posting Komentar