#Bumi 1: Upaya Kecil Untuk Masa Depan
Sudah hampir 1 tahun gw mulai peduli dengan isu plastik.
Gw enggak tau apa yang menyadarkan tapi yang jelas perubahan yang gw lakukan menurut gw sangat signifikan terhadap gw sendiri.
Dulu gw mulai melakukan upaya non plastik saat makan pagi di tempat kerja.
Jadi setiap membeli nasi selalu diberi wadah plastik, dan gw hanya beli nasi aja. Sangat jarang misal dengan lauk atau makanan lain.
Gw ngerasa mubazir sekali kantong kresek ini kalo setiap hari gw beli dan selalu dapat kantong kresek.
Semesta mengamini. Tempat kerja gw memberi totebag sederhana saat dies dan itu "aha moment" buat gw untuk hijrah (cie hijrah kaya ngomongin agama aja").
Ada banyak yang melihatnya menjadi lucu.
Cowok bawa totebag setiap ke kantin yang isinya hanya air minum di tupperware dan nasi doank 1 bungkus.
Tapi apresiasi justru datang dari ibu penjaga kantinnya dan mengatakan itu langkah bagus walopun sederhana.
Gw juga berupaya untuk mulai menjaga bumi dengan menghentikan air botol minuman.
Dulu sehari bisa 2 botol minuman aqua atau le mineral e.
Tapi kembali semesta berbicara. Di kantor gw ada air minum gratis. Yuhu....
Nah kali ini hijrah gw meningkat dengan sedotan.
Gw hobi sekali membeli fremilt dan otomatis selalu ada sedotannya.
Gw akhirnya browsing dan nemu penjual sedotan stainless steel di Jogja. Dan di tanggal 01 Maret 2019 gw resmi punya sedotan non plastik (Ini achievement pribadi...makanya gw gembira..hahaha). Ini nama IG nya https://www.instagram.com/hijrahplastik/
Ini dapatnya
2 sedotan stainless steel (1 lurus dan 1 bengkok)
2 sedotan bambu (1 kecil dan 1 besar)
1 wadah
1 pembersih
Gw berharap semoga ke depan ada terobosan lain agar bumi bisa tetap indah.
Kaliurang (Kos)
03/03/2019
17:49
Gw enggak tau apa yang menyadarkan tapi yang jelas perubahan yang gw lakukan menurut gw sangat signifikan terhadap gw sendiri.
Dulu gw mulai melakukan upaya non plastik saat makan pagi di tempat kerja.
Jadi setiap membeli nasi selalu diberi wadah plastik, dan gw hanya beli nasi aja. Sangat jarang misal dengan lauk atau makanan lain.
Gw ngerasa mubazir sekali kantong kresek ini kalo setiap hari gw beli dan selalu dapat kantong kresek.
Semesta mengamini. Tempat kerja gw memberi totebag sederhana saat dies dan itu "aha moment" buat gw untuk hijrah (cie hijrah kaya ngomongin agama aja").
Ada banyak yang melihatnya menjadi lucu.
Cowok bawa totebag setiap ke kantin yang isinya hanya air minum di tupperware dan nasi doank 1 bungkus.
Tapi apresiasi justru datang dari ibu penjaga kantinnya dan mengatakan itu langkah bagus walopun sederhana.
Gw juga berupaya untuk mulai menjaga bumi dengan menghentikan air botol minuman.
Dulu sehari bisa 2 botol minuman aqua atau le mineral e.
Tapi kembali semesta berbicara. Di kantor gw ada air minum gratis. Yuhu....
Nah kali ini hijrah gw meningkat dengan sedotan.
Gw hobi sekali membeli fremilt dan otomatis selalu ada sedotannya.
Gw akhirnya browsing dan nemu penjual sedotan stainless steel di Jogja. Dan di tanggal 01 Maret 2019 gw resmi punya sedotan non plastik (Ini achievement pribadi...makanya gw gembira..hahaha). Ini nama IG nya https://www.instagram.com/hijrahplastik/
Ini dapatnya
2 sedotan stainless steel (1 lurus dan 1 bengkok)
2 sedotan bambu (1 kecil dan 1 besar)
1 wadah
1 pembersih
Nah kemaren sempat baca kalo ternyata proses pembuatan sedotan stainless steel juga berbahaya.
Waduh...Tapi gpp deh..Untuk sementara gw mau menggunakan sedotan stainless steel dulu sampai menemukan sedotan terbaik.
Kok yang bambu enggak dipake (Hehehe...kemaren dipake oleh keponakan trus malah digigit dan retak)
Kaliurang (Kos)
03/03/2019
17:49


Komentar
Posting Komentar