Simbol : Kini, Nanti Dan Hati
Gw menulis tentang simbol ini setelah ngobrol dengan ustadz dari Indramayu (Ust Eko Pvrnomo)...Gpp anggap aja dia ustadz..Lha wong sekarang hobi kok nyebut seseorang jadi ustaz..pake Z bukan pake huruf arab aslinya).
Beliau mengirimkan sebuah simbol yang merujuk tentang capres no 2.
Namun simbol tersebut ternyata juga bisa merepresentasikan capres no 1 dengan diubah sedemikian hingga.
Wah bisa juga ya. (Gw senyum...mau ketawa takut dosyahh)
Gw tergelitik karena di tahun 2014 dulu di sebuah pesantren ngehit tentang simbol mengacungkan jari ke atas.
Memang saat itu kita semua mafhum kalo simbol telunjuk ke atas adalah simbol tauhid. Lha wong kita di pesantren kok, kan wajar to yo.
Namun semua berubah sejak negara api menyerang alias politik alay (Baca : Pendidikan Politik Alay)
Simbol 1 jari itu diidentikkan dengan capres no 1 saat pilpres 2014 (Prabowo Hatta).
Akhirnya semua acara diakhiri dengan menggunakan simbol tersebut.
Ada yang menafsirkan "enggak papa ini simbol tauhid" dan ada yang agak senyum-senyum manja tapi brengsek "Ssttt ini juga bentuk dukungan ke salah satu paslon"
Gw saat itu sudah mengingatkan (Posisi saat itu lumayan penting dikit sih jadi bisa mengingatkan) kalo simbol bisa disalahartikan suatu saat.
Dan benar saja di pilihan presiden 2019 semua terjadi.
No urut paslon capres ditukar.
Yang tadinya Prabowo Hatta no 1 menjadi no 2 (Prabowo Sandi). Sedangkan Jokowi Kalla yang tadinya no 2 menjadi no 1 (Jokowi Maruf Amin).
Semua bingung.
Gw? Enggaklah...Kan gw sudah bilang..Hahaha...Tuhan memang Maha Asyik.
Yang tadinya hobi banget menggunakan simbol jari ke atas langsung berubah menjadi simbol begini
Beliau mengirimkan sebuah simbol yang merujuk tentang capres no 2.
Namun simbol tersebut ternyata juga bisa merepresentasikan capres no 1 dengan diubah sedemikian hingga.
Wah bisa juga ya. (Gw senyum...mau ketawa takut dosyahh)
Gw tergelitik karena di tahun 2014 dulu di sebuah pesantren ngehit tentang simbol mengacungkan jari ke atas.
Memang saat itu kita semua mafhum kalo simbol telunjuk ke atas adalah simbol tauhid. Lha wong kita di pesantren kok, kan wajar to yo.
Namun semua berubah sejak negara api menyerang alias politik alay (Baca : Pendidikan Politik Alay)
Simbol 1 jari itu diidentikkan dengan capres no 1 saat pilpres 2014 (Prabowo Hatta).
Akhirnya semua acara diakhiri dengan menggunakan simbol tersebut.
Ada yang menafsirkan "enggak papa ini simbol tauhid" dan ada yang agak senyum-senyum manja tapi brengsek "Ssttt ini juga bentuk dukungan ke salah satu paslon"
Gw saat itu sudah mengingatkan (Posisi saat itu lumayan penting dikit sih jadi bisa mengingatkan) kalo simbol bisa disalahartikan suatu saat.
Dan benar saja di pilihan presiden 2019 semua terjadi.
No urut paslon capres ditukar.
Yang tadinya Prabowo Hatta no 1 menjadi no 2 (Prabowo Sandi). Sedangkan Jokowi Kalla yang tadinya no 2 menjadi no 1 (Jokowi Maruf Amin).
Semua bingung.
Gw? Enggaklah...Kan gw sudah bilang..Hahaha...Tuhan memang Maha Asyik.
Yang tadinya hobi banget menggunakan simbol jari ke atas langsung berubah menjadi simbol begini
Bahkan ada yag berani menafsirkan kalo logo di atas artinya begini
Politik..politik..
Padahal bisa saja nanti logo 2 jari begitu diartikan begini
Hahahaha..sudah capek-capek menafsirkan simbol eh malah bisa dipake oleh lawan politik..Kan asyem namanya.
Eh btw kok judulnya ada hatinya (Simbol: Kini, Nanti dan Hati). Maksudnya gimana?
Gini..Kalo kalian melihat simbol hanya sekedar simbol saja, diperlihatkan simbol apapun kalian tetap biasa saja.
Beda kalo hati kalian sudah hilang kewarasannya. Hanya melihat simbol saja bisa rame dan sensi.
![]() |
| Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2019/02/06/rocky-gerung-acungkan-1-jari-di-ilc-tv-one-simbol-dukungan-untuk-jokowi-lihat-reaksi-akbar-faisal?page=all |
Ngeri to? Hahahaha...BIASA AJA kalo kalian tetap melihat simbol sekedar simbol yang tidak ada kekuatan politik ataupun agama.
Btw boleh deh dicek arti simbol 2 jari kaya di atas. Kok gw nyari di google artinya begini ya
Tidaaaaaaaak aarrrggghhhh.....Jangan-jangan Google Pro JOKOWI MARUF.
Kantor
21/02/2019
11:41






pilpres cepatlah berlalu.
BalasHapushahahaha...tunggu sampai 2024 kak...Kan besok masih saling sindir siapapun pemenangnya..
BalasHapusIzin simpan gambar
BalasHapus