Hidup Bagaikan Roller Coaster
Bulan Februari 2019 ini menjadi suatu bulan yang menurut gw banyak dag dig dugnya.
Banyak hal yang sudah gw lambungkan tapi ternyata realitanya berbeda.
Ada yang harapannya baik tapi ternyata kenyataannya di luar dugaan.
Ada yang sudah tidak menginginkan tapi ternyata malah mendapatkan.
Gw mau cerita tentang kehidupan yang bagaikan roller coaster. Kadang di atas terus tiba-tiba turun setajam-tajamnya.
Kadang pas bangun pagi seakan-akan sudah sangat pesimis eh siangnya kok tiba-tiba mendapat hal yang di luar dugaan.
Ini cerita lama tapi sangat relevan dengan roller coaster.
Seperti biasanya, ketika seseorang sudah menaruh harapan hati kepada seseorang lainnya maka hati akan terus memupuk harapan-harapan agar diterima.
Itu juga yang dulu gw alami. Tapi kenyataan berkata lain.
Saat malam hari begitu tau kabar itu gw merasa galau. Bahkan pas makan (saat itu pas makan di restoran kekinian lagi enak) langsung hambar. Bener...Gw aja sampe sekarang heran. Ternyata makanan itu tidak hanya berhubungan dengan mulut tapi juga berhubungan dengan perasaan.
Semalaman merasa sedih dan kecewa.
Tapi...ternyata tidak berlangsung lama mendapat sesuatu yang di luar dugaan.
Gw enggak akan cerita apa itu tapi yang jelas rasa kecewa saat malam itu malah menjadi bahan lelucon sendiri.
"Kok bisa gw semerana itu di malam yang harusnya makan-makan enak". Gila...Gila
Cerita berikutnya tentang roller coaster berhubungan dengan bisnis.
Suatu sore, kami tim dari PT XXX mengadakan rapat dan kami mempunyai produk baru yang menurut kami jika sukses akan membuat kami punya kehidupan yang lebih baik.
Kami sudah menghitung dengan realistis dan harapan itu membuncah.
Bangun di pagi harinya gw masih merasa semangat dan siangnya....
Ya siangnya alias sekitar 20 jam sejak gw begitu percaya diri, semua rasa optimis yang ada melayang dan menghilang bagaikan kabut di pagi hari.
Ada hal dari kompetitor yang tidak disadari dan ternyata ada beberapa fitur yang ternyata tidak bermanfaat.
Hmmmm.....Langsung seketika realistis dan menatap dengan rasa seadanya.
Dimana rasa optimis kemaren sore?
Itulah hidup.
Nah kalo cerita yang terakhir itu tentang Pilpres.
Singkat aja banyak yang dulu tahun 2014 dukung Pak X bahkan sampe dibela mati-matian dan kemudian di tahun 2019 berubah mendukung Pak Y dan dibela juga sampe mati-matian.
Semenjak memahami beberapa kasus di atas gw semakin yakin dengan hadist "
Memang disitu konteksnya kekasih ya.
Cuma bisa dilebarkan dengan beberapa situasi misalnya ketika sudah sangat pesimis maka janganlah terlalu pesimis terhadap suatu hal karena bisa saja bentar lagi ada cahaya terang.
Atau misalnya janganlah terlalu optimis walaupun semua sudah direncanakan dengan matang karena bisa saja tiba-tiba berubah.
Kaliurang (Kos)
28/02/2019
05:38


Komentar
Posting Komentar