#Gigi 2 : Rezeki Yang Tak Terduga Dan Mulai Eksekusi
Halo
Sudah nonton debat Capres tadi malam? Siapa yang menang? Siapa yang dipermalukan?
Hahaha...tulisan ini dibuat tanggal 18 Januari 2019 saat Debat Capres jilid 1.
Pentingkah info ini? Enggak sih, cuma siapa tau ada yang baca artikel ini tahun 2030.
Masuk ke laptop.
Kali ini gw mau melanjutkan journey tentang proses behel gigi. Setelah gw menulis disini "#Gigi 1 : Semua Itu Gara-Gara Salah Cabut" akhirnya gw memutuskan untuk cabut gigi.
Ternyata dalam proses mau mencabut gigi ini ada beberapa drama yang berurusan dengan rezeki seseorang...Hahaha
Ini drama-drama yang ada :
1. Dokter Ananto (dokter yang merawat gw) bilang mending dicabut di koass aja bisa lebih murah dan dia punya kenalan koass yang bisa merawat gw. Tapi gw enggak mau karena biasanya kalo koass lama.
Kok lama? Karena mereka masih dibawah bimbingan dokter. Tapi kalo bicara kualitas sih bagus. Baca deh disini "Jangan Takut Berobat Gigi ke Koas Kedokteran Gigi!". Gw enggak ke koas semata-mata biar cepat aja.
2. Jangan cabut gigi malam-malam.
Setelah gw nemu dokter kenalan gw yang siap, gw tanya-tanya dulu harganya, jam prakteknya dll. Untuk harga gw awalnya nimbang-nimbang karena memang ada peluang gw bisa dapat harga lebih murah kalo dengan kenalan-kenalan gw di rumah sakit itu.
Tapi ya wislah...Gw pengen bagi-bagi rezeki aja.
Hari Rabu malam tanggal 16 Januari 2019 gw datang ke rumah sakitnya dan bilang ke bagian pendaftaran. Tapi ternyata cabut gigi itu tidak bisa dilakukan malam karena jika terjadi sesuatu rujukannya susah. #ups...
Gw pun langsung mencari info biar gw segera cabut gigi. Dan ketemulah di hari Kamis 17 Januari 2019 untuk daftar di bagian residen bedah Mulut RSGM Prof Soedomo Yogyakarta.
3. Cabut di residen
Karena gagal cabut di sore hari, gw cabut di pagi harinya dengan dokter yang bukan tujuan awal gw.
Sebenarnya kenapa gw ngebet cabut di sore atau malam hari karena rumah sakitnya sepi aja. Gw agak males ngantri-ngantri terus banyak orang terus ditanya-tanyain.
Tapi ya wis...semua yang tidak gw inginkan terjadi semua (siang hari, cabut dengan bukan dokter yang gw ingin, ikut antri-antri dan ditanya-tanyain sama orang).
Tapi...ternyata semua lancar proses pencabutannya.
Nah uniknya disini. Di awal kan gw bilang kalo ada drama yang berurusan dengan rezeki.
Gw akhirnya tidak membayar...hehehe...Karena gw memang kenal sama dokter yang merawatnya. Padahal gw kan sebenarnya sudah menyiapkan anggaran dll. Hmmm...Sungguh rezeki anak sehat.
Eh gimana rasanya dicabut?
Hmmm....tegang sih ada, tapi gw bikin sekuat mungkin buat rilex karena kalo tegang malah jadi capek dan kayak pusing sendiri.
Saat dibius lumayan sakit pas disuntiknya tapi enggak lama sih paling 5 detik. Rasanya pas dibius itu kayak mulutnya jadi tebal dan kebas.
Gw masih menunggu penyembuhan untuk melanjutkan proses pencabutan gigi bagian kanan.
Kaliurang (Kos)
18/01/2019
6.06
Ini gambar gigi yang berhasil dicabut.


Komentar
Posting Komentar