Baper Akibat Capres? Ingat Capres Kalian Aslinya Bukan Itu
Hmmm....
Akhir pekan ini alias di awal minggu kedua bulan Januari 2019 ini gw mendapat sebuah info menarik tentang film.
Film itu dibahas oleh salah satu pakar branding Indonesia dan beliau membahas film ini dengan kaitannya pilihan presiden. Pemilu presiden edisi kali ini menurut gw sesuatu yang menganggu gw dengan banget.
Judul filmnya adalah Our Brand is Crisis. Kalian bisa cari dulu filmya di layanan download kesayangan kalian. Jika sudah mendownload boleh lanjut baca artikel yang gw tulis ini atau kalo mau klik centang X juga boleh.
Film ini mengisahkan tentang seorang konsultan politik yang diajak untuk menjadi konsultan salah satu capres di Bolivia.
Namun, capres yang dimaksud ini mempunyai temperamen yang tidak santun, terlihat keras dan punya masa lalu yang menjadi presiden namun tidak sukses. Capres ini dibranding untuk menjadi orang yang baik sampai datang si konsultan (Jane nama di filmnya).
Awalnya Jane mau mengikuti aturan main konsultan yang ada namun sampai suatu saat dia mengatakan jangan ubah seseorang untuk menjadi di luar dirinya. Jika si capres (Castillo) adalah orang yang temperamen, keras dan wajahnya juga angkuh dibiarkan saja seperti itu. Solusinya adalah munculkan sesuatu yang bisa dihadapi oleh orang yang berwatak keras. Kemudian dipilihlah konsep krisis di Bolivia sebagai barang jualan.
Sampai di sini gw langsung senyum....Waduh...kayaknya enggak mungkin deh kalo di Indonesia dibuat sama yaitu jualan krisis karena watak si capres watak keras dll.
Tapi apa boleh buat di film menurut gw sangat pas analoginya dengan situasi di Indonesia.
Tapi kalian sudah tau kan siapa yang di Indonesia jualannya krisis sosial, krisis ekonomi dan krisis lainnya. Jika tidak aku (capres) yang jadi maka Indonesia akan masuk dalam hal berbahaya.
Gw disini tidak akan membahas siapa capres pilihan gw.
Gw hanya mau menuliskan bahwa apapun yang dibawa oleh capres semua sudah melalui setingan, hitungan matang antar konsultan dan bahkan nih ya semua kampanye negatif atau bahkan sanggahan-sanggahan yang ada itu semua sudah disetting.
Ambil contoh kasus di film.
Capres Castilo sebenarnya sudah pernah jadi presiden sebelumnya. Tetapi selama menjabat jadi presiden kinerjanya buruk sehingga rakyat muak. Dan bahkan sampai di salah satu adegan ada rakyat yang melempar telur ke kepalanya. Jelaslah Pak Castillo ini marah dan menghajar rakyat yang melempar telur itu.
Akhirnya semua tim hore alias tim kampanye Pak Castillo membuat dan menyiapkan surat permohonan maaf. Tapi ternyata oleh Jane tidak diperbolehkan. Lah....
Dia mempunyai analisa bahwa hal-hal begini tidak usah harus minta maaf dan dia menyarankan Pak Castillo untuk tetap menjadi pribadi yang tegas, temperamen. Malah yang unik Jane si konsultan menyuruh untuk mulai melipat lengan baju setengah....Hahahaha ingat siapa yang hobinya melipat lengan dengan setengah...
Contoh lain yaitu bahwa yang dibutuhkan oleh konsultan capres ini adalah sanggahannya bukan kebenaran beritanya.
Nah yang menarik terakhir adalah tim kampanye itu sendiri.
Disini tim kampanye tidak bisa melakukan atau merubah apapun. Dia hanya harus menjual orang yang karakternya sudah ada dengan berbagai metode atau trik. Dan dia juga tidak bertanggungjawab jika ternyata setelah menjadi presiden, presiden yang mereka usung tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
Ini menarik karena kemaren Pandji terus dibawa-bawa sebagai pendukung pak Anis Baswedan. Kalo menurut gw ketika konstelasi politik selesai ya dia sudah tidak dikait-kaitkan dengan capres atau cagub yang dia bawa. (Mohon digaris bawahi yang statusnya sebagai konsultan ya bukan partai pendukung)
Lha wong dia cuma jualan aja. Kaya kalian ke makan dengan suatu iklan apa kalian juga menyalahkan sales kan ya enggak. Kalian menyalahkan produsennya.
Memang sih kalo Pandji kayaknya bukan sales murni tapi karena memang pertemanan saja.
Jadi gitu. Kesimpulannya menurut gw adalah semua yang dilakukan capres baik kesalahan yang dilakukan saat kampanye, tipikal yang dibawa (misalnya dikesankan santun atau sangar atau temperamental atau bahkan plonga-plongo...hahaha) itu semua sudah dikonsultasikan dan dipelajari. Oh ya mungkin termasuk kondisi tidak bisa baca alfatekah atau malah ikut nyalain lilin di suatu kegiatan agama atau bahkan paling ekstrem jalan di atas kuburan.
Jadi kalo kalian masih baper dengan pilpres ini hmmmm....hmmmm (Nih ngapa Nisa Sayban muncul) berarti kalian pikniknya kurang dekat..alias kejauhan dan itu yang membuat kalian malah jadi stres...duit habis, badan capek sampe rumah baca grup wa capres kalian dihina-hina...
Tambahan :
Lihat gambar di atas ya...Gw menilai ada yang disulap tetap kalem dan alim, disulap santun, disulap tegas dan keras dan disulap senyum ramah.
Kaliurang (Kos)
06/01/2019
16:29
Twitter : glassovart

masalah settingan politik ini jg pernah dibahas di vlog asumsi di episode imanlagi bersama victorkamang.
BalasHapusmemang gimmick² spt sempe setipis atm, naik motor ke pasar dll bs jadi disetting sedemikian rupa tuk tujuan viral. biar capresnya jg dpt panggung alias rekognisi.
had333h
sejak kenal nurhadi aldo jadi smackqueen yaqueen saja bahwa pilpres 2019 gak sah terlalu dipikir spaneng. cukup masa depan yg perlu dipikir spaneng.
Nonton debat? Piye hasil e? Pengaruh e gede endi dibanding penetrasi pasangan DILDO yang promosi via medsos?
Hapus