Apakah Aku Harus Marah Dengan Ibu Sukmawati atau Aku Harus Berterima Kasih?
Belum lama dari artikel ini dipublish, dunia di Indonesia sedang heboh dengan adanya puisi yang dibawakan oleh Ibu Sukmawati.
Puisinya akan gw copas dibawah ini ya
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat IslamYang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indahLebih cantik dari cadar dirimuGerai tekukan rambutnya suciSesuci kain pembungkus ujudmuRasa ciptanya sangatlah beranekaMenyatu dengan kodrat alam sekitarJari jemarinya berbau getah hutanPeluh tersentuh angin lautLihatlah ibu IndonesiaSaat penglihatanmu semakin asingSupaya kau dapat mengingatKecantikan asli dari bangsamuJika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatifSelamat datang di duniaku, bumi Ibu IndonesiaAku tak tahu syariat IslamYang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elokLebih merdu dari alunan azan muGemulai gerak tarinya adalah ibadahSemurni irama puja kepada IllahiNafas doanya berpadu ciptaHelai demi helai benang tertenunLelehan demi lelehan damar mengalunCanting menggores ayat ayat alam surgawiPandanglah Ibu IndonesiaSaat pandanganmu semakin pudarSupaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamuSudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
"Loh kok malah dikopas? Kan malah jadi makin terkenal"
"Hehehe...gw enggak tau pembaca ini akan datang kapan..Siapa tau 5 bulan atau 1 tahun lagi baru baca artikel ini kan jadi tidak tau detailnya"
Nah, yang menjadi titik ramenya yaitu di poin (konde dan cadar) & (adzan dan kidung).
Yang jadi renungan gw adalah jika ada perempuan, cewek, wanita, akhwat yang marah tapi pas ditanya mau enggak kamu pake cadar dan jawabnya enggak mau kan jadi ironi.
Jadi gw punya teman, dia share tentang jawaban cerdas seseorang terkait cadar dan konde ke gw via whatsapp (Intinya dia menolak puisi Bu Sukmawati).
Apakah dia pake cadar? Enggak.
Ada lagi, dia ngeshare tentang video betapa menghinanya membandingkan antara cadar dan konde. Apakah dia pake cadar? Enggak malah IG nya banyak foto-fotonya..Hmmm (Lu stalking ya? Dikit)
Banyak masyarakat yang marah karena adzan dibandingkan dengan kidung.
Apakah Bu Sukmawati enggak tau kalo adzan itu panggilan suci?
Apakah Bu Sukmawati tidak tau buka puasa ditandai dengan adzan magrib?
Ibu ini harus dihukum.....
Eh...btw gw jadi tergelitik....kita marah kepada Bu Sukmawati karena esensinya atau marah karena lingkungan kita marah?
Gw bahkan malah jadi kepikiran kalo puisi Bu Sukmawati justru menggugah kita semua untuk benar-benar peduli dengan cadar dan adzan
Sekali lagi ya benar-benar peduli...Maksudnya kita (wanita) jadi menggunakan cadar dan kita benar-benar peduli jika ada suara adzan...
Kalo gw peduli dengan cadar harusnya
1. gw sudah tidak mengumbar foto pribadi di sosial media,
2. tidak menampakkan aurat yang tidak seharusnya diliat oleh yang bukan mahrom...
3. gw sudah tidak ingin mengikuti tren gamis yang makin kesini makin "mengerikan"
4. kalo sudah yakin, gw akan pake cadar
Kalo gw peduli dengan adzan harusnya
1. gw akan khusyuk mendengarkan ketika adzan dikumandangkan
2. gw akan langsung bersiap-siap untuk "ngobrol" dengan Allah
3. gw akan langsung meninggalkan aktivitas yang tidak bermanfaat untuk segera mengambil air wudhu...
Tapi sayang...kenyataan yang ada justru berbeda..
Gw hanya ingin Bu Sukmawati dihukum, gw hanya ingin marah karena ada yang menista agama gw, gw hanya ingin "membela" agama gw...
Oh ya gw lupa belum menulis ini...
Semua tulisan di atas itu ditujukan buat gw kok...Ya itu aku..
Aku yang tidak peduli dengan cadar bahkan aq suka mengumbar foto-fotoku untuk konsumsi publik dan ketika ada suara adzan gw anggap hanya penanda bahwa waktu sholat sudah datang
Pertanyaan terakhir
Apakah aku harus marah dengan ibu Sukmawati atau aku harus berterima kasih?
Entahlah...

sejujurnya sy dr awal jg gak terlalu peduli sama kasus ini.
BalasHapusmalah kt bbrp tmn yg ngerti ttg puisi, puisi beliau gak bagus² amat (untuk tidak mengatakan jelek). ya biasa aja lah. gak terlalu istimewa.
iya jg ya, jd berpikir..
apakah kita cuma marah sm yg bersagkutan, atau kita benar² marah krn ajaran agama dilecehkan.
hmmm