Jangan Tawarkan Tauhid Kepada Orang Yang Butuh Duit
Padahal dulu sempat punya keinginan menulis 30 hari tanpa jeda tapi ya gitu dech
Nah tadi pagi pas gw pulang dari menjalankan tugas dari tempat kerja, gw kepikiran dengan 1 hal yang sebenernya gw alami di akhir bulan Oktober ini (Tulisan ini naik di bulan Oktober tanggal 31 Oktober jadi anggap aja masuk bulan November)
Beberapa minggu yang lalu gw dengan temen butuh banget duit untuk berbisnis.
Gw sudah bertekad dalam hati jangan sampe pinjem ke Bank..Pokoknya jangan sampe dech
Sampe suatu hari bulan Jumat akhrinya gw resmi ke Bank untuk keperluan pinjam duit... Ya gw tidak solusi selain bank
Sebelumnya gw sempat berdiskusi dengan salah satu guru. Dan gw menawarkan solusi...beliau gw suruh milih
GW : "Ustadz saya kan mau bisnis, tapi kebentur sama modal"
UST : " Trus?"
GW : Saya ada 3 alternatif. Yang pertama sebenarnya gw kalo pun pinjam ke bank mau ke bank syariah atau BMT...cuma masalahnya kami tidak ada jaminan atau agunan"
UST : " Trus?"
GW : "Solusi yang kedua yaitu pinjem ke bank di tempat kerja ustadz. Karena mereka bisa memberi pinjaman uang tanpa agunan.. Tapi kalo bisa janganlah"
UST : " Trus?"
GW : "Nah solusi yang ketiga tinggal pinjam ke....."
UST : "Aq lagi ga punya duit lho..."
Kami berdua tertawa bersama dan sambil berpikir ternyata kalo posisinya demikian trus bagaimana?
Selang beberapa minggu..akhirnya gw sama temen tidak jadi pinjam duit baik ke bank, BMT, temen dll tapi pinjam ke orang tua. (kalo ada yang nanya kenapa tidak langsung pinjam ke orang tua? kali ini gw jawab dengan pasti tanpa harus debat KAMI TIDAK INGIN MEREPOTKAN ORANG TUA DENGAN BISNIS KAMI".
Inilah cerita yang pertama. Simak cerita berikutnya
cerita yang kedua dimulai dari medsos yang lagi rame-rame tentang Jangan Pinjam Ke Bank nanti RIBA...
Isi statementnya "Bagi yang kerja di BANK sebaiknya segera keluar RIZKI Allah sangat luas.."
Sepintas statement itu sangat benar..bahkan memang benar banget tanpa debat..(Ingat statementnya ya...biar gw tidak dituduh liberal atau anti Islam)
Yang menjadi masalah bukan statementnya tapi solusi tentang segeralah keluar bagi para pegawai BANK. Jika kamu takut saksikanlah bahwa RIZKI Allah itu luas
memang benar rizki Allah sangat luas bahkan rizki kita juga sudah ditanggung..
Namun yang menjadi masalah adalah kita harus liat situasi dengan si pegawai dan si pebisnis :
1. Apakah keimanan mereka dengan kita (yang memberi statement ya bukan gw) sama. Jangan samakan tauhid seseorang dengan orang lain. Mungkin bagi yang punya tauhidnya kuat itu bukan menjadi masalah besar..tapi bagi kami yang punya tauhid aja kalo pas butuh (berdoa kalo pas sudah mepet) kan jadi BIG PROBLEM
2. Yang dibutuhkan mereka adalah solusi yang solutif bukan nasihat langit (jika kondisinya mepet seperti cerita gw maupun jika berposisi menjadi pegawai BANK)
Berilah kami solusi yang bisa saat itu menyelesaikan masalah kami...
3. Materi tentang RIBA diberikan saat kondisi keuangan sudah stabil (kalo bisnis ya memang ada uang yang bisa dipinjam atau minimal cashflow sudah aman...kalo jadi pegawai minimal sudah ada pekerjaan baru bagi si eks BANK)
4. Jangan samakan kondisi keuangan kita (yang memberi statement ya bukan gw) dengan apa yang dialami pebisnis (cerita gw) dan pegawai BANK
Biasanya yang berani komentar begini bukan pegawai BANK, bukan pebisnis kecil-kecilan yang sedang merangkak.
Jadi menurut gw ketika teman-teman yang disana menshare tentang BAHAYA RIBA jangan diberi embel-embel rezeki Allah luas..Jangan dulu...
Tapi solusi yang solutif misal :
Untuk pebisnis bisa diberi info mana tempat yang bisa untuk meminjam uang dengan skema bagi saham (gw ga suka dengan bahasa bagi hasil..Kenapa? Karena mereka tidak akan mengenal bagi RUGI..ini yang sering dilakukan BMT, Bank Syariah juga)
Untuk yang pegawai BANK bisa diberikan modal untuk berbisnis atau ditampung saat memang sudah berniat untuk keluar dari BANK atau diberi info tempat kerja mana yang bisa dilamar
Untuk yang punya modal cobalah patungan dan buat sebuah gerakan yang menjadi solusi bagi para pebisnis seperti gw dan para pegawai BANK yang ingin keluar (Jangan pelit ya...ngeshare tentang bahaya RIBA semangat giliran uangnya dipinjam agak susah)
itulah sekelumit pemikiran gw yang selama ini terlintas. Gw sih berharap suatu saat bisa buat semacam venture capital yang bisa meminjamkan modal dengan skema bagi saham. Amin
Disclaimer :
Jangan percaya kata-kata saya 100 % karena ini opini pribadi. Bisa saja benar bisa saja salah.
Jika ingin diskusi bisa berkomentar dibawah ini
Yogyakarta (Asrama)
31/20/2017
19:43

Susah masalah Riba. Belum kelar Ada e money, bit coin, token, dll.
BalasHapus