Kok Lama Ya?
Gpplah...
Malam ini gw mau iseng nulis pengalaman tadi siang pas jumatan (ditulis malam Sabtu)
Bukan tentang isi materinya yang XXX atau ustadznya yang YYYY
Tapi ke arah betapa lama dan panjangnya isi ceramah pak khotib
Hehehehehe....sebenarnya ga boleh ya ghibah tapi....kan demi kebaikan (modus biar bisa ngeluarin unek-unek)
Jadi di sebuah tempat di kota X, gw memilih masjid sebut aja masjid BAGUS buat sholat Jumat....Sebenarnya ada yang lebih deket sih cuma...hehehe (di bawah gw jabarkan alasannya)
Kenapa gw milih sholat jumat di Masjid BAGUS?
Karena di masjid ini terkenal dengan khotbahnya yang pendek ...
Enggak ... Enggak ... lebih dari itu ... selain memang khotbahnya pendek juga mulainya telat tapi pulangnya cepat (GOALS banget kan)
Namun di suatu hari, di Jumat pertama bulan Agustus, situasinya menjadi berubah ketika pak Khatib (masih muda dan sepertinya sudah berilmu banget) memulai khotbahnya
Satu menit....dua menit...10 menit dua puluh...khotbah diperdengarkan dan di jam 12.20 gw terbangun dari tidur dan menatap sendu jam di atas pak Khatib
"Wadaw kok sudah jam segitu belum ada tanda-tanda Barakallahu liwalakum fil quranil 'adzim (maaf kalo tulisannya salah kan cuma Bayangan santri)
Waktu berdetak dengan santai...dan pak Khatib pun terus menguraikan ilmunya tentang sejarah sahabat
Kembali mata gw menatap nanar ke arah jam digital yang lagi trending ini...Yap jam 12.30
Gw mulai menyimak materi sembari menatap dan berbicara dalam hati (sinetron mode on) sepertinya melihat begitu semangatnya pak Khotib mengudar materi (memberikan materi dengan penjelasan yang rinci) jam 12.35 belum selesai
Dan akhirnya yang ditunggu tiba dan jam sudah menunjukkan pukul 12.40
Gw membatin dalam hati (wadaw ga bisa makan siang nich)
Akhirnya sholat Jumatpun ditegakkan
Suara pak imam yang bergetar syahdu (emang suaranya keren banget) dipadu dengan hati yang bergetar (karena enggak selesai-selesai) menyertai surat Al Jumu'ah yang dibaca full (ya tidak salah baca..dibaca full di jam 12.40 lewat)
Akhirnya sholat Jumat pun selesai di angka 12.50
Gw beserta jamaah lain terkulai dan di sepanjang jalan menuju tempat mencari uang, semua jamaah ngedumel
"Tadi kami langsung mengobrol pas jam 12.30 belum selesai"
"Eh tadi aq lihat ada yang pulang juga kok"
"Tadi di belakang ada yang hampir tepuk tangan loh"
"Kalo di masjidku, pak Khotib yang lama dan panjang sepanjang Coki-coki langsung tidak diundang lagi"
Gw ikut tersenyum (kecut)
"Yah sepertinya pak Khotibnya kurang ilmu sedikit terkait sholat jumat dan efek kalo khotbahnya terlalu lama"
Yang bisa diambil pelajaran :
1. Khotbah jumat memang waktu paling bagus untuk mengumpulkan jamaah tanpa snack tapi ya jangan dibuat lama banget
2. Menurut ilmu sebaiknya materinya sedikit dan sholatnya agak panjang (kalo salah dikoreksi ya)
3. Mempunyai ilmu banyak itu bagus tapi bisa melihat situasi juga diperlukan untuk menyampaikan ilmu
4. Apapun alasannya ngomongi orang tetap ga boleh
5. SHOLAT JUMAT KALO BISA TIDAK NGANTUKAN (baik khotbahnya panjang atau pendek)
6. Bagi para takmir mungkin bisa sedikit memberi wejangan ke para pak Khotib yang akan mengisi khotbah bahwa audiencenya seperti apa, pekerjaannya apa (semacam TOS lah
Yogyakarta (Asrama)
04/08/2017
21:21

Komentar
Posting Komentar